THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
Powered By Blogger

Kamis, 18 November 2010

MANAJEMEN PRODUKSI


MANAJEMEN PRODUKSI


I.I Perkembangan manajemen produksi

            Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :
1.       Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode   ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.

2.      Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya, sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno, menjadi terdesak. Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
            1. Bertambahnya penggunaan mesin
            2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
            3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
            4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.

3.      Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.

4.      Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis    ilmiah
3. pelatihan pekerja dengan metode baru
4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.


II.I    Pengertian manajemen produksi

Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.
1.      Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen
2.      Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.


Dalam peningkatan produktivitas dijumpai 2 permasalahan penting, yaitu:
1.      Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
2.      Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan.


III.I   Pengertian produksi

Produksi memiliki banyak pengertian, beberapa diantaranya adalah :
1.      suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).
2.      kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang.
3.      kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan suatu barang atau jasa.
Utilitas / Kegunaan (Utility) adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan keinginan manusia (konsumen). Terdapat empat jenis utilitas berbasis produksi:
1.      Utilitas waktu : perusahaan membuat produk tersedia sewaktu konsumen menginginkannnya. Misalnya hiasan pohon natal di waktu natal
2.      Utilitas tempat: Produk-produk tersedia di tempat yang sesuai bagi konsumen
3.      Utilitas kepemilikan : Dengan membuat suatu produk tersedia bagi konsumen untuk dimiliki dan digunakan.
4.      Utilitas bentuk : Dengan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, produksi menyebabkan produk-produk menjadi tersedia.
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan yang mentransformasikan masukan(input) menjadi keluaran(output).


IV.I   Proses produksi

            Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
1.      Kelangsungan hidup
·         Produksi terus-menerus, Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk     barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal)
·         Produksi yang terputus-putus, Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2.         Teknik
·         Proses Ekkstraktif
·         Proses analitis
·         Proses Pengubahan
·         Proses Sintetis



V.I    Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi

Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu :
1.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.       Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
3.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu :
1.        Proses
2.        Kapasitas
3.        Persediaan
4.        Tenaga Kerja
5.        Mutu/Kualitas
6.        Ruang Lingkup Manajemen Produksi


VI.I   Ruang lingkup manajemen produksi

            Ruang lingkup manajemen produksi dibagi atas dua perencanaan, yaitu :
1.    Perencanaan system produksi
2.    Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.
Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
1.    Seleksi dan desain hasil produksi
2.    Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3.    Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4.    Rancangan tata letak dan arus kerja
5.    Rancangan tugas
6.    Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas


VII.I  Fungsi dan sistem produksi dan operasi

Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
                        1.   Proses Pengolahan
                        2.   jasa-jasa penunjang
                        3.   Perencanaan
                        4.   pengendalian /pengawasan
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Jenis produksi dapat diklasifikasikan menurut perbedaan dalam proses-proses operasinya. Barang-barang produk berdasarkan apakah proses operasinya mengkombinasikan sumber daya atau dipecah menjadi beberapa bagian komponen. Kita dapat menjabarkan jasa berdasarkan tingkat kontak dengan pelanggan yang dibutuhkan.
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau sintetis dari proses transformasi.
·         Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
·         Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah untuk memproduksi suatu barang jadi.
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
·         Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
·         Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya penyetoran giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
Proses Produksi dapat ditinjaui dari dua segi yaitu:
                        1.   Kelangsungan Hidup
·         Produksi terus-menerus (Continuous Production), Produksi terus menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Dalam proses produksi ini, walaupun terjadi perubahan model, susunan dan fungsi alat-alat mesin yang dipakai tidak berubah. Misalnya penggergajian kayu mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban atau pun proses perakitan mobil, walaupun terjadi perubahan bentuk tetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar (massal).
·         Produksi yang terputus-putus (Intermitten Production), Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat dan penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.
2.   Teknik
·         Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu, perikanan, pertambangan.
·         Analitis : Proses memisahkan bahan-bahan seperti minyak mentah menjadi minyak bersih.
·         Proses Pengubahan: Proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
·         Proses Sintetis: Proses mencampur dengan unsur-unsur lain seperti bahan-bahan kimia

VIII.I          Lokasi dan lay out pabrik

                        Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah penting, karena mempengaruhi        kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan        lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.
                        Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan       efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi & biaya distribusi         barang yang dihasilkan & faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya        operasi.
            Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
                        1.   Faktor utama :       -     Lingkungan masyarakat
-          Kedekatan dengan pasar
-          Tenaga kerja
-          Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok
-          Fasilitas dan biaya transportasi
-          Sumberdaya alam lainnya
2.  Faktor sekunder :    -    Harga tanah
                                                 -    Dominasi masyarakat
                                     -    Peraturan tenaga kerja
                                     -    Rencana tata ruang
                                     -    Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing
                                     -    Tingkat pajak
                                     -    Cuaca/iklim
                                     -    Keamanan
                                     -    Peraturan lingkungan hidup
          Pendekatan situasional atau contingency adalah penentuan lokasi berdasarkan faktor terpenting  menurut kebutuhan dan kondisi masing-masing perusahaan. Misalnya :
          1.   Dekat dengan pasar
          2.   Dekat dengan sumber bahan baku saja
          3.   Tersedia tenaga kerja
Perangkap dalam pemilihan lokasi :
          1.   Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja.
          2.   Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu          biaya mahal untuk membuat pondasi.
          3.   Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan dan        saran transportasi belum dibangun.
          4.   Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.







 









Daftar Pustaka


Dharmmesta, Basu Swastha. Azaz-Azaz Management Modern. Yogyakarta : Penerbit Liberty, 1984

Ibnu, Sukotjo. Pengantar Bisnis Modern edisi 3. Yogyakarta : Penerbit Liberty, 1993

www.wikipedia.com

www.google.com



0 komentar:

Laman